Garansi Habis, Pemilik Tesla Harus Ganti Baterai Seharga Mobil Baru

Jakarta – Mobil listrik memang dianggap memiliki running cost atau biaya operasional yang lebih rendah ketimbang mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Namun, harga baterai dari mobil listrik masih terlalu mahal untuk saat ini.
Menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan harian memang lebih murah. Sebab, biaya mengisi ulang daya listrik jauh lebih murah ketimbang harga seliter bensin. Begitu juga biaya maintenance atau servis rutinnya. Sebab, tak terlalu banyak komponen yang ada di dalam mobil listrik dibandingkan mobil ICE.

Meski begitu, ada satu komponen mobil listrik yang harganya cukup mahal. Komponen itu adalah baterainya.

Untungnya, pabrikan yang menjual mobil listrik sudah membekali mobil yang dijualnya dengan garansi yang cukup lama. Rata-rata mobil listrik digaransi selama 8 tahun, meski ada juga yang berani menggaransi baterai seumur hidup.

Kalau garansinya habis dan baterai mengalami kerusakan, pemiliknya bisa saja mengeluarkan biaya mahal. Tak tanggung-tanggung, harga baterainya setara mobil baru.

Hal itu dialami seorang pemilik Tesla Model S yang curhat di forum internet, seperti dilansir Carscoops. Dia mengunggah foto faktur pembayaran dari service center Tesla untuk memperbaiki mobilnya yang mengalami kendala.

Total biaya yang harus dikeluarkan adalah US$ 19.346,06 atau setara Rp 300 jutaan. Dari rincian faktur tersebut, satu komponen yang memakan biaya besar adalah baterainya yang berkapasitas 90 kWh. Baterainya saja harganya mencapai US$ 18.000 atau sekitar Rp 279 jutaan.

“Hati-hati. Anda dapat menghemat bahan bakar atau penggantian oli, tapi pastikan Anda menyimpan uang untuk membeli baterai. Garansinya telah habis 4 bulan, dan saya membutuhkan baterai baru untuk (Tesla) Model S 2015 (dengan odometer) 163.000 mil (262.323 km). https://tawkapinew.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*