Polemik Rencana Bangun Puskesmas Kayu Putih hingga Warga Lapor Polisi

Jakarta – Rencana pembangunan puskesmas di ruang terbuka hijau (RTH) di Kayu Putih, Jakarta Timur (Jaktim), menuai penolakan. Warga menolak RTH dialih fungsi menjadi bangunan puskesmas.
Polemik pembangunan Puskesmas Kelurahan Kayu Putih itu memanjang hingga warga melaporkan pejabat kelurahan ke kepolisian. Warga mempolisikan pejabat Kelurahan Kayu Putih itu karena diduga merusak tembok pagar RTH Kayu Putih.

Simak, berikut sejumlah faktanya:

1. Warga Tolak RTH Jadi Puskesmas
Warga perumahan Tanah Mas RW 01 Kelurahan Kayu Putih menolak alih fungsi RTH menjadi puskesmas. Mereka menilai alih fungsi RTH akan mengurangi paru-paru kota dan daerah resapan air.

“Sebenarnya warga RW 01 tidak menolak adanya pembangunan Puskesmas, tetapi lahan yang akan dijadikan Puskesmas sudah menjadi zona ruang terbuka hijau sesuai Pergub Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR),” kata Ketua RW 01 Kayu Putih Mohamad Imson, dilansir Antara, Selasa (21/11/2023).

Warga pun kecewa dengan putusan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta yang hingga saat ini tetap memilih RTH tersebut sebagai lahan untuk dibangunnya Puskesmas Kelurahan Kayu Putih.

Karena itu, dia menyarankan agar Dinkes DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur untuk memilih lahan lain milik PT Pulo Mas Jaya untuk dibuat Puskesmas karena masih terdapat wilayah milik perusahaan ini selain RTH yang dapat dibangun Puskesmas.

“Namun, saat ini pihak kelurahan dan kecamatan tetap memaksakan untuk membangun Puskesmas di sini (RTH) padahal di lahan lain ada yang lebih besar dan bukan RTH,” kata Imson.

Warga menyebut tembok perumahan Taman Mas yang merupakan lokasi RTH dijebol pada Rabu (15/11). Warga pun memasang spanduk berukuran 3×1 meter di lokasi RTH yang bertuliskan ‘Warga Menolak Perubahan Fungsi Ruang Terbuka Hijau’.

2. Pemkot Tetap Bangun Puskesmas di Lahan RTH
Pemkot Jaktim menyatakan tetap akan membangun puskemas di kawasan Perumahan Tanah Mas RW 01. Pemkot menyatakan lahan tersebut bukan milik warga.

“Tetap lanjut, saat ini sudah mulai pengeboran tanah, dan itu bukan RTH warga,” kata Wali Kota Jaktim M Anwar usai Apel Kesiapsiagaan dan Deklarasi Pemilu Damai di lapangan Kantor Wali Kota Jaktim, dilansir Antara, Rabu (22/11).

Anwar mengatakan lahan RTH itu kerap dialihfungsikan untuk parkir mobil warga. Padahal lahan tersebut merupakan bagian aset dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Tapi itu digunakan parkir mobil selama ini, itu kan aset, nanti saya bermasalah dengan audit BPK. Namanya aset itu ada hitungannya, tidak bisa aset itu digunakan orang lain tidak jelas. Intinya, puskesmas itu dibutuhkan oleh warga di suatu tempat jadi kami harus mengakomodir,” katanya.

Dia mengaku tidak ingin pembangunan puskesmas itu mengganggu aktivitas warga sekitar. Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya telah mempersiapkan antisipasi kemacetan bila Puskesmas telah dibangun.

3. Puskesmas Kayu Putih Masih Ngontrak
Lurah Kayu Putih Tuti Sugihastuti mengatakan rencana pembangunan puskesmas di lahan RTH Perumahan Tanah Mas Pulogadung RT 04/RW 01 merupakan milik PT Pulo Mas Jaya. Puskesmas tersebut akan berdiri di lahan tersebut dengan luas sekitar 750 meter persegi (m2) dari total luas RTH 4.800 meter persegi.

Terkait penolakan warga itu, kata Tuti, hal itu merupakan dinamika yang harus diselesaikan agar mau menerima rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pembangunan puskesmas.

“Namun, insyaallah karena ini program pemerintah, maka semua harus mendukung. Puskesmas merupakan kebutuhan masyarakat,” kata Tuti.

4. Warga Polisikan Pejabat Kelurahan
Warga Perumahan Tanah Mas RW 01 melaporkan oknum pejabat Kelurahan Kayu Putih ke Polda Metro Jaya. Pejabat kelurahan itu dilaporkan karena diduga melakukan perusakan tembok pagar RTH Kayu Putih.

“Kami sudah lapor polisi, kami laporkan terduga salah satu pejabat di kelurahan. Kami sudah laporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan Pasal 170 tentang perusakan secara bersama,” kata kuasa hukum warga RW 01 Kelurahan Kayu Putih, Barus, dilansir Antara, Sabtu (25/11).

Menurutnya, warga merasa dirugikan atas perusakan itu karena pagar dibangun secara swadaya oleh warga RW 01. Pagar tersebut dibangun untuk mencegah gangguan keamanan.

Dia mengatakan oknum kelurahan itu merusak dengan cara menjebol pagar tembok perumahan sebagai akses pintu masuk ke area RTH Kayu Putih yang berada di dalam Perumahan Tanah Mas.

“Ada (bukti rekaman) CCTV, video dari masyarakat, dan masyarakat yang melihat langsung pada saat kejadian berlangsung. Kami masih duga, ini dilakukan oleh oknum yang kami laporkan (Kelurahan Kayu Putih),” ujarnya.

5. Respons Camat Atas Pelaporan
Camat Pulogadung Syafrudin Chandra mengaku siap bila warga melaporkan terkait aksi jebol tembok pagar RTH itu karena hal itu bukan dilakukan secara paksa, namun sudah mendapatkan izin dari pemilik lahan, yakni PT Pulo Mas Jaya.

“Kami Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta siap jika dilaporkan. Karena tembok itu memang masuknya lahan milik PT Pulo Mas Jaya,” ujar Syafrudin.

Dia mengaku sudah mengikuti prosedur sebelum menjebol tembok pagar RTH tersebut. “Petugas sudah mencoba masuk ke lokasi melalui pintu depan Perumahan Tanah Mas dan meminta izin, namun warga menolaknya,” kata dia.

Kemudian petugas mencari akses lainnya dan memilih menjebol tembok pagar perumahan tersebut dengan meminta izin terlebih dahulu kepada PT Pulo Mas Jaya, yang sudah memberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan status pinjam pakai.

“Kami sudah mengikuti aturan. Kami masuk lewat pintu depan tidak diperbolehkan. Lingkungan kewilayahan seharusnya menerima (masuk) karena yang masuk ini pemerintah atau, mohon maaf, bukan orang yang tidak jelas,” katanya. https://tampansamping.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*