Breaking News! Efek The Fed, Emas Melonjak Hampir 3%

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Harga emas di pasar spot dibuka lebih tinggi pada awal perdagangan pagi ini. Harga emas telah mencapai puncaknya dalam satu minggu karena sinyal The Federal Reverse (The Fed) akan menurunkan suku bunga tahun depan.

Pada perdagangan Rabu (13/12/2023) harga emas di pasar spot ditutup melesat 2,37% di posisi US$ 2026,39 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 09.00 WIB Kamis (14/12/2023), harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,23% di posisi US$ 2030,99 per troy ons.

Harga emas naik lebih dari 2% pada perdagangan Rabu setelah The Federal Reserve (The Fed) AS menandai berakhirnya siklus kenaikan suku bunga dan mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga tahun depan.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu. Sebanyak 17 dari 19 pejabat The Fed memproyeksikan tingkat suku bunga kebijakan akan lebih rendah pada akhir tahun 2024 dibandingkan saat ini, dengan proyeksi median yang menunjukkan tingkat suku bunga akan turun tiga perempat poin persentase dari 5,25%-5,50% saat ini.

“Pengakuan The Fed terhadap tekanan inflasi yang terus menurun telah meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga, yang mengakibatkan penurunan dramatis dalam imbal hasil dan dolar, dan kenaikan berikutnya pada emas dan perak,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, dilansir dari Reuters.

“Kami percaya kenaikan emas saat ini adalah reli yang berkelanjutan,” tambahnya.

Indeks dolar AS tergelincir 0,96% di level 102,87 pada perdagangan kemarin Rabu (13/12/2023) setelah keputusan The Fed, membuat emas lebih murah bagi pembeli di luar negeri. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun juga memperpanjang penurunannya.

Para pedagang sekarang memperkirakan kemungkinan hampir 60% penurunan suku bunga AS terjadi pada bulan Maret 2024, menurut alat CME Fedwatch.

Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik untuk memegang emas batangan tanpa imbal hasil.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan inflasi telah mereda tanpa peningkatan pengangguran yang signifikan dan dampak pengetatan secara penuh kemungkinan belum terasa.

Data menunjukkan harga produsen AS secara tak terduga tidak berubah pada bulan November, mengindikasikan inflasi di tingkat pabrik terus mereda.

Selain itu, harga emas juga dapat dipengaruhi oleh pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris pada hari Kamis pekan ini.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat.

Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi. https://zorozuno.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*