IHSG Merah Membara Kemarin, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Rabu (13/12/2023) ditutup melemah 0,7% ke posisi 7.075,34. Pelemahan kemarin berbanding terbalik dengan pergerakan satu hari sebelumnya dimana IHSG sempat rebound 0,52% dan membuat IHSG kembali keluar dari level psikologis 7.100

Sepanjang perdagangan kemarin, di bursa saham terpantau ada 220 saham menguat, 346 saham koreksi, sementara sisanya 194 saham tidak ada pergerakan. Nilai transaksi harian yang tercatat juga cukup ramai mencapai Rp10,64 triliun, melibatkan volume saham sebanyak 21,25 miliar lembar dalam frekuensi perdagangan sebanyak 1,17 juta kali.

Adapun pasar keuangan mulai dari bursa saham, nilai tukar rupiah, hingga Surat Berharga Negara (SBN) hari ini tampaknya akan bergerak positif pasca dapat kabar baik dari kebijakan the Fed yang akhirnya menahan lagi suku bunga, sesuai dengan proyeksi pasar.

Sesuai dengan perkiraan pasar, akhirnya pada rapat terakhir bank sentral AS di penghujung tahun ini, suku bunga kembali dipertahankan. Sebelumnya, The Fed diketahui telah menaikkan suku bunga sebanyak 525 basis poin (bps) atau selama 11 kali sejak Maret 2023 ke posisi 5,25% – 5,50%.

Selain kebijakan menahan suku bunga, kabar positif lainnya adalah isyarat The Fed untuk memangkas suku bunga tahun depan. Dalam konferensi pers, Chariman The Fed Jerome Powell menjelaskan jika pembicaraan pemangkasan suku bunga memang sudah ada dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan ini. Pernyataan Powell ini jauh lebih lunak dibandingkan pada pertemuan November lalu di mana dia menegaskan masih terlalu premature memikirkan pemangkasan suku bunga.

Di tengah kabar baik tersebut, berikut rekomendasi saham yang menarik untuk dicermati pada hari ini

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

SIDO sedang melakukan rejection dari area support dinamis MA 20 dengan potensi penguatan ke area classic resistance selanjutnya. Hal ini didukung oleh indikator MACD yang masih bergerak di area positif. Saat ini, SIDO memiliki rasio Price Earnings (PE) sebesar 17x yang menunjukkan posisi valuasi undervalue, karena berada di dekat area -2 PE standar deviasi selama 5 tahun terakhir, yaitu sebesar 16.5x.

Buy: 550
Take Profit: 580
Stop Loss: 525

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

UNVR sedang membentuk candle bullish hammer di area support lower bollinger band dengan potensi penguatan ke mid band. Hal ini didukung momentum stochastic yang berpeluang memasuki area netral dari area oversold. Saat ini, UNVR memiliki rasio Price Earnings (PE) sebesar 26.6x yang menunjukkan posisi valuasi undervalue, karena berada dekat area -1 PE standar deviasi selama 5 tahun terakhir, yaitu sebesar 27.9x.

Buy: 3450
Take Profit: 3540
Stop Loss: 3400

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

TKIM sedang menguji area mid band bollinger band dengan peluang penembusan di area tersebut, di mana hal ini didukung oleh indikator MACD yang sedang melakukan golden cross dan stochastic yang baru saja memasuki area netral dari area oversold. Saat ini, TKIM memiliki rasio Price Earnings (PE) sebesar 5.4x yang menunjukkan posisi valuasi undervalue, karena berada di bawah area Mean PE standar deviasi selama 5 tahun terakhir, yaitu sebesar 9.7x.

Buy: 7125
Take Profit: 7550
Stop Loss: 6825 https://merupakan.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*