Kapan Harga Gula di RI Turun? Ini Prediksinya

Jakarta, CNBC Indonesia РDirektur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan memprediksi harga gula akan mengalami penurunan pada awal tahun 2024. Penurunan itu sejalan karena didukung dengan sejumlah strategi, seperti salah satunya realisasi impor gula dari para importir yang kemungkinan akan sampai di akhir Desember atau awal Januari.

“Nah kalau ditanya sampai kapan. Tadi sudah disampaikan dari Badan pangan semua meminta semua pelaku usaha yang punya izin importasi supaya segera realisasikan. Kalau itu terealisasi harusnya akhir Desember atau awal Januari sudah ada yang tiba,” kata Frans kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/12/2023).

Frans menyebut harga gula di tingkat distributor saat ini sudah mulai turun lebih dari Rp500 menjadi Rp14.800 per kg, yang mana diketahui pada November lalu harga gula di tingkat distributor mencapai Rp15.500 per kg.

“Mudah-mudahan dengan realisasi (impor yang masuk) harganya semakin turun, berbarengan dengan kedatangan stok untuk bisa langsung dieksekusikan. Terutama kita akan menghadapi tiga event besar, Nataru, terus ada juga Pemilu, dan juga persiapan puasa lebaran,” tutur Frans.

Pedagang menimbang dan mengemas gula pasir di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (9/6/2023). Harga gula pasir di Pasar Rumput rata-rata dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Pedagang menimbang dan mengemas gula pasir di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (9/6/2023). Harga gula pasir di Pasar Rumput rata-rata dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pedagang menimbang dan mengemas gula pasir di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (9/6/2023). Harga gula pasir di Pasar Rumput rata-rata dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Meskipun kenaikan harga gula, katanya, menjadi siklus tahunan. Namun ia tak menampik bahwa kenaikan harga gula tahun ini cukup signifikan ketimbang tahun sebelumnya.

“Kenaikan juga terjadi tahun lalu, biasanya karena neraca stok kita di dalam masih aman. Jadi, gak berpengaruh,” kata Frans.

Adapun faktor kenaikan harga gula, menurutnya, secara nasional memang produksi gula dalam negeri turun karena efek iklim. Kedua, karena terjadi kenaikan pada harga gula dunia.

“Dibandingkan awal tahun saja kenaikan harga gula dunia ini sudah lebih dari 30%. Jadi itu cukup yang mempengaruhi kenaikan harga gula saat ini,” ujarnya. https://lepassaja.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*