Kembaran ChatGPT China Bisa Bahasa Indonesia Paham Tata Krama

Jakarta, CNBC Indonesia – Alibaba meluncurkan model bahasa AI serupa ChatGPT yang bisa digunakan untuk mengolah bahasa Indonesia.

Model bahasa besar atau large language model (LLM) yang dinamakan SeaLLM adalah hasil pengembangan Alibaba DAMO Academy. SeaLLM dirilis dalam dua versi yaitu 13 miliar parameter dan 7 miliar parameter.

Alibaba mengklaim SeaLLM bisa digunakan untuk mendukung bahasa negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Khmer, Laos, Tagalog, dan Burma.

“Dalam upaya berkelanjutan kami untuk menjembatani kesenjangan teknologi, kami bangga sangat senang memperkenalkan SeaLLMs, serangkaian model AI yang tidak hanya memahami bahasa lokal tetapi juga merangkul kekayaan budaya Asia Tenggara,” kata Lidong Bing, Director of the Language Technology Lab at Alibaba DAMO Academy dalam siaran pers, dikutip Rabu (13/12/2023).

Fondasi model SeaLLM, menurut Alibaba, telah melewati pelatihan menggunakan data berkualitas tinggi dan beragam mencakup bahasa-bahasa dari Asia Tenggara serta literatur soal nuansa komunikasi lokal.

Sebagai hasilnya, asisten chatbot ini bisa memahami, menghormati dan mencerminkan konteks budaya Asia Tenggara seperti norma sosial dan adat istiadat, preferensi gaya, dan pertimbangan hukum.

SeaLLM juga diklaim lebih efisien dalam mengintepretasikan dan memproses teks yang panjang dibandingkan dengan ChatGPT, untuk bahasa yang tidak menggunakan aksara Latin seperti Burma, Khmer, Laos, dan Thailand. Hasilnya, model ini bisa mengeksekusi tugas yang kompleks dengan biaya operasional dan komputasi yang lebih rendah.

Selain itu, SeaLLM menunjukkan pemahaman mendalam terhadap sejumlah mata pelajaran melampaui rekan-rekannya, mulai dari kimia, fisika hingga ekonomi, dalam yang ada dalam bahasa di Asia Tenggara.

Alibaba menyediakan SeaLLM sebagai program sumber terbuka (open-source) di Hugging Face.

Menurut Yahoo Finance, Alibaba merilis SeaLLM untuk mengambil keuntungan dari pasar AI di Asia Tenggara. Khususnya, setelah Singapura menganggarkan US$ 52 juta untuk inisiatif AI dalam pengembangan kapabilitas riset dan rekayasa LLM. https://belakangan.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*