Warga RI Makan Mie Miliaran Bungkus, Impor Gandum Tembus Rp 57 Triliun

Jakarta, CNBC Indonesia – Impor gandum dan meslin Indonesia kembali melonjak pada 2023 dengan nilai menembus US$ 3,67 miliar atau setara dengan Rp 57,26 triliun (US$ 1=Rp 15.610).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor gandum dan meslin pada 2023 turun 2,72% dibandingkan 2022. Namun, dari sisi volume, impor naik cukup tajam yakni 13,22% menjadi 10,59 juta ton.

Jika menilik data tujuh tahun terakhir, volume impor gandum dan bergerak fluktuatif di angka 10-11 juta ton. Namun, dari sisi nilai impor melonjak 40,8% dari US$ 2,6 miliar pada 2017 menjadi US$ 3,67 miliar pada 2023.

Indonesia yang beriklim tropis tidak mampu menghasilkan gandum sehingga kebutuhan dalam negeri semuanya dipasok oleh negara luar. Australia merupakan pemasok terbesar dengan jumlah 4,24 juta ton dan nilai US$ 1,46 miliar. Di bawah Australia ada Kanada dan Rusia.

Bila melihat data impor bahan pangan, gandum dan meslin merupakan komoditas yang paling banyak diimpor di Indonesia sepanjang 2023. Gandum mengalahkan beras dan gula.

Besarnya impor gandum tak bisa dilepaskan dari tingginya konsumsi mie instan di Indonesia.

Data World Instant Noodles Association (WINA) mencatat konsumsi mie instan Indonesia menembus 14,26 miliar bungkus pada 2022. Jumlah tersebut hanya kalah dari China (45,07 miliar).

Konsumsi mie instan warga RI pada 2022 juga melonjak dari 12,54 miliar bungkus pada 2018.

Tentu saja impor gandum tidak hanya digunakan untuk bahan mie instan tetapi juga roti dan bahan kue seperti biscuit.
Sebagian besar mie instan dan tepung gandum Indonesia diproduksi oleh Indofood Group dan Wings Group. Sementara itu, pabrik biskuit dan roti di antaranya adalah PT Mayora Indah Tbk dan PT Sari Roti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).

Perusahaan-perusahaan inilah yang mengimpor gandum dan meslin dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Besarnya konsumsi mie instan dan impor gandum kerap mengundang kritik.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga mantan Presuden RI Megawati Soekarnoputri mengusulkan penerapan bea masuk untuk menekan impor gandum. Usulan itu disampaikan Megawati dalam Rapat Kerja Nasional ke-IV PDIP di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2023).

Megawati berharap masyarakat kembali ke pangan lokal agar impor gandum bisa ditekan.

Persoalan pangan akan menjadi salah satu tema dalam debat calon wakil presiden (cawapres) pada Minggu (21/1/2024).  Dalam visi dan misi capres, semuanya menggarisbawahi pentingnya menekan impor pangan sekaligus kembali ke pasar lokal.

Menarik ditunggu apakah Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD akan menyinggung besarnya impor gandum RI pada debat nanti. https://surinamecop.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*